CATATAN EKONOMI KD 1
PENDAPATAN NASIONAL
Oleh :
SALAHUDDIN AL AJUBI
XI MIPA 6
SMAN 10 PADANG
A. Pengertian Pendapatan Nasional
Secara umum :
Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dengan kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun.
Pendapatan nasional dapat juga diartikan sebagai hasil produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Menurut Para Ahli :
1. Alfred Marshall
Alfred Marshall adalah seorang ahli ekonomi dari Inggris yang aktif di tahun 1890-an. Ia mengatakan bahwa pendapatan nasional adalah tenaga kerja dan modal dari suatu negara yang mengolah sumber alamnya untuk memproduksi sejumlah netto komoditi, baik material dan immaterial, termasuk jasa dan sejenisnya.
2. Arthur Cecil Pigou
Arthur Cecil Pigou atau Arthur Cecil juga merupakan seorang ekonomi dari Inggris dan merupakan murid dari Alfred Marshall. Ia menyebutkan, pendapatan nasional adalah bagian dari pendapatan objektif masyarakat, termasuk pendapatan yang berasal dari luar negeri yang dapat diukur dalam uang.
3. Irving Fisher
Irving Fisher adalah ahli ekonomi asal Amerika Serikat yang aktif di tahun 1890-an. Menurutnya, pendapatan nasional yang hakiki adalah netto yang langsung dikonsumsi di tahun itu juga.
B. Manfaat Pendapatan Nasional
Manfaat Pendapatan Nasional diantaranya:
- Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
- Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
- Mengukur perubahan perekonomian dari waktu ke waktu.
- Membandingkan kinerja ekonomi antar sektor.
- Sebagai indikator kualitas hidup suatu negara.
- Sebagai indikator perbandingan kinerja ekonomi antar negara.
- Sebagai indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain.
- Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
- Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara.
C. Komponen - Komponen Pendapatan Nasional
1. Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB)
Merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama setahun. Termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan asing, asalkan wilayahnya masih dalam wilayah suatu negara. Contohnya terdapat perusahaan X dari Malaysia yang mempunyai cabang di Indonesia, dan hasil produksinya juga harus dihitung ke dalam GDP.
Rumus Perhitungan GDP :
2. Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB)
Merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan di luar negeri. Contohnya seperti seseorang pria dari Indonesia yang menjual pakaian di Vietnam, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam GNP.
Rumus Perhitungan GNP :
3. Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto (PNN)
Merupakan hasil dari dari nilai dari GNP yang telah dikurangi dengan penyusutan modal dalam proses produksi. Inti dari NNP merupakan konsep pendapatan nasional yang dilihat hanya dari laba yang diperoleh. Karena tujuan dari NNP adalah untuk mencari netto atau nilai bersih dari suatu produksi.
Rumus Perhitungan NNP :
4. Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Netto
NNI ini menghitung pendapatan nasional berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
Rumus Perhitungan NNI :
- Pajak tidak langsung, harus dikurangkan, karena tidak mencerminkan balas jasa atas faktor produksi. Uang pajak memang diterima oleh penjual/produsen bersama harga pasar barang yang dijualnya, tetapi uang pajak itu wajib diserahkan kepada pemerintah.
- Subsidi, harus ditambahkan karena harga-harga tertentu yang dibuat lebih murah daripada biaya produksi sesungguhnya, misalnya untuk subsidi harga pupuk, BBM, atau beras.
5. Personal Income (PI) atau Pendapatan Perseorangan
PI ini menghitung jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang. Tetapi harus dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial, dan ditambah dengan pembayaran pindahan/transfer (transfer payment).
Rumus Perhitungan PI :
6. Disposable Income atau Pendapatan yang Siap Dibelanjakan
Merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan untuk membeli barang dan jasa beserta tabungan yang disalurkan menjadi investasi, tapi harus dikurangi pajak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada orang lain , contohnya pajak pendapatan.
Rumus Perhitungan DI :
D. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Berdasarkan pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat (pemilik faktor produksi) sebagai balas jasa yang mereka terima dalam proses produksi meliputi:
Upah/gaji (w) = balas jasa pemilik tenaga kerja
Sewa (r) = balas jasa pemilik tanah
Bunga (i) = balas jasa pemilik modal
Keuntungan (profit/p) = balas jasa pengusaha
Jadi secara matematis, menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
r = Pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya
w = Pendapatan bersih dari sewa
i = Pendapatan dari bunga
p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan
2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pada pendekatan ini pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari para pelaku ekonomi (konsumen, produsen, dan pemerintah) dalam suatu negara, meliputi:
Pengeluaran konsumsi rumah tangga (Consumption/C).
Investasi domestik bruto (Investment/I).
Pengeluaran konsumsi pemerintah (Government Expenditure/G).
Ekspor neto atau nilai ekspor (Export/X) dikurangi impor (Import/I) → (X–M).
Secara matematis dituliskan sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Pendapatan nasional
C = consumption ( konsumsi rumah tangga )
I = investment ( investasi )
G = government expenditure ( pengeluaran pemerintah )
X = ekspor
M = impor
3. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendekatan ini menekankan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah (value added). Maka dari itu, perhitungan hanya mencakup perhitungan nilai tambah pada sektor produksi. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
P1 = Harga barang ke-1
Pn = Harga barang ke-n
Q1 = jenis barang ke-1
Qn = jenis barang ke-n
E. Pendapatan Perkapita
Pendapatan per kapita adalah standar untuk melihat kemakmuran di sebuah negara. Sering dikenal juga dengan sebutan pendapatan rata-rata penduduk di sebuah negara. Pendapatan rata-rata penduduk ini juga merupakan gambaran Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
Rumus perhitungan pendapatan perkapita :
F. Kurva Lorenz dan Koefisien Gini
Koefisien Gini biasanya diperlihatkan oleh kurva yang disebut Kurva Lorenz. Kurva ini memperlihatkan hubungan kuantitatif antara persentase jumlah penduduk dan persentase pendapatan yang diperoleh selama kurun waktu tertentu, biasanya setahun.
Dari Kurva Lorenz tersebut, sumbu horizontal menggambarkan persentase jumlah penduduk, adapun sumbu vertikal menyatakan bagian dari total pendapatan yang diterima oleh penduduk tersebut. Garis diagonal di tengah disebut garis kemerataan sempurna, karena setiap titik pada garis diagonal merupakan tempat kedudukan persentase jumlah penduduk yang sama dengan persentase penerimaan pendapatan.
G. Contoh soal :
1) Jika diketahui GDP suatu negara Rp. 287.500.000.000; pendapatan neto atas faktor dari luar negeri Rp. 7.955.000.000; dan NNP Rp. 267.095.000.000; maka dapat diketahui besar penyusutannya adalah
Diketahui :
GDP : Rp. 287.500.000.000
Pendapatan neto terhadap luar negeri : Rp. 7.955.000.000
NNP : Rp. 267.095.000.000
Ditanya : Penyusutan :?
Jawab :
GNP : GDP - Pendapatan neto terhadap luar negeri
GNP : Rp. 287.500.000.000 - Rp. 7.955.000.000 GNP : Rp. 279.545.000.000
NNP : GNP - Penyusutan
Penyusutan : GNP - NNP
Penyusutan : Rp. 279.545.000.000 - Rp. 267.095.000.000
Penyusutan : Rp. 12.450.000.000
Jadi, besar penyusutannya Rp. 12.450.000.000
2. Diketahui data perekonomian suatu negara seperti tabel di bawah ini, dalam satuan Triliun.
Hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan!
Diketahui :
R = Rp.6.250.000.000.000.000
W = Rp.550.000.000.000.000
I = Rp.475.000.000.000.000
P = Rp.420.000.000.000.000
Ditanya :
Y =...?
Jawab :
Y = R+W+I+P
Y = Rp.6.250.000.000.000.000 + Rp.550.000.000.000.000 + Rp.475.000.000.000.000 + Rp.420.000.000.000.000
Y = Rp.7.695.000.000.000.000
Jadi, besar pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah Rp.7.695.000.000.000.000
Terima kasih dan Semoga bermanfaat 🥰🥰














Tidak ada komentar:
Posting Komentar