Tugas Ekonomi SMAN 10 PADANG
Kamis, 03 September 2020
Macam - Macam Sistem Upah
Minggu, 23 Agustus 2020
Contoh Soal Pendapatan Nasional
CONTOH - CONTOH SOAL PENDAPAT NASIONAL
Nama : Salahuddin Al Ajubi
Kelas : XI MIPA 6
1. Diketahui :
GDP : Rp. 131.101.600.000.000
Pendapatan neto terhadap luar negeri : Rp. 4.955.700.000.000
Pajak tidak langsung : Rp. 8.945.600.000.000
Penyusutan : Rp. 6.557.800.000.000
Iuran asuransi : Rp. 2.000.000.000
Laba ditahan : Rp. 5.400.000.000
Transfer payment : Rp. 6.200.000.000
Pajak Langsung : Rp. 12.000.000.000
Ditanya :
GNP :...?
NNP :...?
NNI :...?
PI :...?
DI :...?
Jawab :
GNP : GDP - Pendapatan neto terhadap luar negeri
GNP : Rp. 131.101.600.000.000 - Rp. 4.955.700.000.000
GNP : Rp. 126.145.900.000.000
NNP : GNP - Penyusutan
NNP : Rp. 126.145.900.000.000 - Rp. 6.557.800.000.000
NNP : Rp. 119.588.100.000.000
NNI : NNP - Pajak tidak langsung
NNI : Rp. 119.588.100.000.000 - Rp. 8.945.600.000.000
NNI : Rp. 110.642.500.000.000
PI : NNI + Transfer payment - ( Laba ditahan + Iuran asuransi )
PI : Rp. 110.642.500.000.000 + Rp. 6.200.000.000 - ( Rp. 5.400.000.000 + Rp. 2.000.000.000 )
PI : Rp. 110.642.500.000.000 + Rp. 6.200.000.000 - Rp. 7.400.000.000
PI : Rp. 110.648.700.000.000 - Rp. 7.400.000.000
PI : Rp. 110.641.300.000.000
DI : PI - Pajak langsung
DI : Rp. 110.641.300.000.000 - Rp. 12.000.000.000
DI : Rp. 110.629.300.000.000
2. Jika diketahui GDP suatu negara Rp. 287.500.000.000; pendapatan neto atas faktor dari luar negeri Rp. 7.955.000.000; dan NNP Rp. 267.095.000.000; maka dapat diketahui besar penyusutannya adalah
Diketahui :
GDP : Rp. 287.500.000.000
Pendapatan neto terhadap luar negeri : Rp. 7.955.000.000
NNP : Rp. 267.095.000.000
Ditanya : Penyusutan :?
Jawab :
GNP : GDP - Pendapatan neto terhadap luar negeri
GNP : Rp. 287.500.000.000 - Rp. 7.955.000.000
GNP : Rp. 279.545.000.000
NNP : GNP - Penyusutan
Penyusutan : GNP - NNP
Penyusutan : Rp. 279.545.000.000 - Rp. 267.095.000.000
Penyusutan : Rp. 12.450.000.000
Jadi, besar penyusutannya Rp. 12.450.000.000
3. Hitunglah besarnya transfer payment suatu negara jika diketahui NNP Rp. 382.431.200.000.000; pajak tidak langsung Rp. 2.732.400.000.000; laba ditahan Rp. 15.100.000.000; iuran asuransi Rp. 8.600.000.000; pajak perseroan Rp. 13.300.000.000; PI Rp. 379.674.500.000.000!
Diketahui :
NNP : Rp. 382.431.200.000.000
Pajak tidak langsung : Rp. 2.732.400.000.000
Laba ditahan : Rp. 15.100.000.000
Iuran asuransi : Rp. 8.600.000.000
Pajak perseroan : Rp. 13.300.000.000
PI : Rp. 379.674.500.000.000
Ditanya : Transfer payment :?
Jawab :
NNI : NNP - Pajak tidak langsung
NNI : Rp. 382.431.200.000.000 - Rp. 2.732.400.000.000
NNI : Rp. 379.698.800.000.000
PI : NNI + Transfer payment - ( Laba ditahan + Iuran asuransi + Pajak perseroan )
Transfer payment : PI - NNI + ( Laba ditahan + Iuran asuransi + Pajak perseroan )
Transfer payment : Rp. 379.674.500.000.000 - Rp. 379.698.800.000.000 + (Rp. 15.100.000.000 + Rp. 8.600.000.000 + Rp. 13.300.000.000)
Transfer payment : Rp. 379.674.500.000.000 - Rp. 379.698.800.000.000 + Rp. 37.000.000.000
Transfer payment : Rp. 12.700.000.000
Jadi, besar Transfer payment nya adalah Rp. 12.700.000.000
4.Diketahui suatu negara mempunyai data tahun 2006 sebagai berikut.
GNP Rp. 1.956.279.000; penyusutan Rp. 160.710.000; pajak tidak langsung Rp. 387.165.000; transfer payment Rp. 168.015.000; laba ditahan Rp. 19.723.500; iuran asuransi Rp. 46.752.000; pajak perseroan Rp. 95.987.700; dan pajak langsung Rp. 213.306.000. Tentukanlah NNP, NNI, PI, DI negara tersebut!
Diketahui :
GNP : Rp. 1.956.279.000
Penyusutan : Rp. 160.710.000
Pajak tidak langsung : Rp. 387.165.000
Transfer payment : Rp. 168.015.000
Laba ditahan : Rp. 19.723.500
Iuran asuransi : Rp. 46.752.000
Pajak perseroan : Rp. 95.987.700
Pajak Langsung : Rp. 213.306.000
Ditanya :
NNP :...?
NNI :...?
PI :...?
DI :...?
Jawab :
NNP : GNP - Penyusutan
NNP : Rp. 1.956.279.000 - Rp. 160.710.000
NNP : Rp. 1.795.569.000
NNI: NNP - Pajak tidak langsung
NNI : Rp. 1.795.569.000 - Rp. 387.165.000
NNI : Rp. 1.408.404.000
PI : NNI + Transfer payment - ( Laba ditahan + Iuran asuransi + Pajak perseroan )
PI : Rp. 1.408.404.000 + Rp. 168.015.000 - ( Rp. 19.723.500 + Rp. 46.752.000 + Rp. 95.987.700 )
PI : Rp. 1.408.404.000 + Rp. 168.015.000 - Rp. 162.463.200
PI : Rp. 1.576.419.000 - Rp. 162.463.200
PI : Rp. 1.413.955.800
DI : PI - Pajak langsung
DI : Rp. 1.413.955.800 - Rp. 213.306.000
DI : Rp. 1.200.649.800
Jumat, 31 Juli 2020
CATATAN PENDAPATAN NASIONAL
- Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
- Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
- Mengukur perubahan perekonomian dari waktu ke waktu.
- Membandingkan kinerja ekonomi antar sektor.
- Sebagai indikator kualitas hidup suatu negara.
- Sebagai indikator perbandingan kinerja ekonomi antar negara.
- Sebagai indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain.
- Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
- Sebagai ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara.
- Pajak tidak langsung, harus dikurangkan, karena tidak mencerminkan balas jasa atas faktor produksi. Uang pajak memang diterima oleh penjual/produsen bersama harga pasar barang yang dijualnya, tetapi uang pajak itu wajib diserahkan kepada pemerintah.
- Subsidi, harus ditambahkan karena harga-harga tertentu yang dibuat lebih murah daripada biaya produksi sesungguhnya, misalnya untuk subsidi harga pupuk, BBM, atau beras.
Selasa, 28 Juli 2020
TUGAS EKONOMI SMAN 10 PADANG
Kamis, 16 April 2020
BANK SENTRAL, SISTEM PEMBAYARAN, DAN ALAT PEMBAYARAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
BANK SENTRAL
PENGERTIAN BANK SENTRAL
Bank Sentral adalah suatu lembaga yang melaksanakan kebijakan publik melalui sektor perbankan guna memengaruhi variabel ekonomi.
TUJUAN,FUNGSI DAN WEWENANG BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA.
TUJUAN BANK SENTRAL
mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
FUNGSI BANK SENTRAL
Penerbit uang atau alat pembayaran yang sah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pelaksana dan perumus kebijakan moneter.
Penyedia jasa perbankan dan agen kepada pemerintah dan sering sebagai pengelola pinjaman pemerintah.
Custodian dari cadangan bank umum dan pembantu penyelesaian akhir transaksi kliring antarbank.
Penjaga keutuhan sistem keuangan dan pada beberapa situasi/keadaan bertindak sebagai an emergency lender of last resort dan pengawas kehati-hatian perbankan.
Pelaksana dari kebijakan pemerintah di bidang nilai tukar dan sebagai custodian dari cadangan devisa negara dan membantu negara dalam mengelola cadangan devisa.
Pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di negara berkembang, bank sentral sering diberi mandat lebih luas untuk memperkuat pembangunan ekonomi.
Penasehat pemerintah terkait dengan kebijakan ekonomi karena dipandang memiliki keahlian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bidang ekonomi dan keuangan.
Lembaga yang berpartisipasi dalam kerjasama pengaturan moneter internasional.
Lembaga yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah sehingga memungkinkan untuk mendapat tugas lain, misalnya memberi layanan perbankan kepada publik dan memberikan perlindungan nasabah.
WEWENANG BANK SENTRAL
1. Wewenang bank sentral yang berkaitan dengan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, yang meliputi:
A .Menetapkan tingkat diskonto, cadangan minimum bank umum, serta mengatur kredit atau pembiayaan
B . Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi
Pengendalian moneter dengan tidak terbatas pada operasi pasar terbuka di pasar uang, baik dalam bentuk mata uang Rupiah maupun valuta asing
2.Wewenang yang berkaitan dengan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, yang meliputi:
A. Menetapkan penggunaan alat atau instrumen pembayaran
B. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran
C. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya.
3. Wewenang bank sentral yang berkaitan dengan tugas mengatur dan mengawasi bank, yang meliputi:
A. Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan
B. Menetapkan peraturan
C. Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank
D. Mengawasi bank, baik secara individual maupun sebagai sistem perbankan.
PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS SISTEM KEUANGAN.
1.Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka.
Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi.
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran.
Melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan.
Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan.
SISTEM PEMBAYARAN
PENGERTIAN SISTEM PEMBAYARAN
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain.
PERANAN BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA DALAM SITEM PEMBAYARAN
1. Bank Indonesia melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan serta pemberian persetujuan dan izin terhadap penyelenggaraan jasa sistem pembayaran di Indonesia.
2. Jasa sistem pembayaran yang telah disetujui dan diizinkan beroperasi oleh Bank Indonesia, diwajibkan untuk menyampaikan laporan kegiatannya ke Bank Indonesia.
3. Bank Indonesia memiliki wewenang dalam menetapkan penggunaan alat pembayaran.
4. Bank Indonesia mengatur sistem kliring yang terjadi antarbank, dalam hal ini yang digunakan adalah mata uang negara Indonesia yaitu rupiah, ataupun mata uang asing.
5. Bank Indonesia adalah pihak yang memberikan persetujuan terkait penyelenggaraan kegiatan kliring antarbank yang dilakukan Bank Indonesia atau pihak lain. Dalam hal ini yang digunakan adalah mata uang negara Indonesia yaitu rupiah, ataupun mata uang negara asing.
6. Bank Indonesia melakukan kegiatan dalam hal penyelenggaraan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antarbank.
7. Penyelesaian akhir transaksi pembayaran antarbank dapat dilakukan oleh pihak lain, dengan catatan telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia.
8. Bank Indonesia memiliki wewenang dalam memberikan ketetapan terkait bahan yang digunakan dalam membuat uang, macam uang, harga uang, ciri uang yang akan dikeluarkan, serta tanggal mulai berlakunya uang sebagai alat pembayaran yang sah di negara Indonesia.
9. Bank Indonesia adalah satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang (mata uang rupiah).
10. Bank Indonesia memiliki kewajiban dalam memenuhi kebutuhan uang kartal yang beredar di masyarakat.
11. Dalam pemenuhan kebutuhan uang kartal di masyarakat, Bank Indonesia juga memperhatikan hal-hal seperti nominal yang cukup, jenis pecahan uang (mata uang rupiah) yang sesuai, tepat waktu, dan kondisi uang (mata uang rupiah) telah layak edar (clean money policy).
12. Bank Indonesia melakukan perencanaan terkait pengeluaran emisi baru dengan mempertimbangkan tingkat pemalsuan yang akan terjadi, nilai intrinsik, dan jangka waktu peredaran uang (mata uang rupiah).
13. Bank Indonesia melakukan perencanaan terkait jumlah dan komposisi pecahan uang (mata uang rupiah) yang akan dicetak selama jangka waktu satu tahun ke depan.
14. Bank Indonesia melakukan peredaran uang (mata uang rupiah) melalui Kantor Bank Indonesia dan pelayanan kas kepada bank umum yang ada di setiap wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
15. Dalam melakukan peredaran uang (mata uang rupiah), Bank Indonesia menjamin keamanan jalur distribusi dengan pengawalan yang baik dan memadai, serta dilakukan dengan peningkatan sarana sistem monitoring.
16. Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang dalam menarik, mencabut, dan memusnahkan uang (mata uang rupiah) dari peredarannya di masyarakat.
17. Ketika Bank Indonesia menarik, mencabut, dan memusnahkan uang (mata uang rupiah), Bank Indonesia boleh memberikan ganti dengan uang yang memiliki nilai sama (mata uang rupiah).
18. Apabila dalam jangka waktu lima tahun setelah tanggal pencabutan masih terdapat uang (mata uang rupiah) yang belum ditukarkan, maka nilai uang tersebut diperhitungkan sebagai pengeluaran tahun anggaran berjalan.
19. Uang (mata uang rupiah) yang ditukarkan setelah berakhirnya jangka waktu terkait pencabutan, maka akan diperhitungkan sebagai pengeluaran tahun anggaran berjalan.
20. Bank Indonesia memiliki ketentuan bahwa setelah sepuluh tahun sejak tanggal pencabutan uang (mata uang rupiah), hak untuk menuntut penukaran uang yang telah dicabut tidak berlaku lagi.
21. Dalam hal mengeluarkan mata uang rupiah, Bank Indonesia tidak dibebankan bea materai.
22. Bank Indonesia memiliki hak untuk tidak melakukan penggantian terhadap uang yang hilang ataupun musnah karena sebab apapun.
23. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk menunjuk lembaga yang bisa menyelenggarakan sistem settlement.
24Bank Indonesia dapat menetapkan kebijakan terkait pengendalian resiko, efisiensi, serta tata kelola sistem pembayaran nasional (SPN).
PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN NONTUNAI OLEH BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA
Transaksi pembayaran non tunai dengan nilai yang besar diselenggarakan Bank Indonesia dengan sistem BI-RTGS (real time gross settlement) yaitu transaksinya dilakukan dalam waktu seketika,ada juga sistem kliring (pemindahan pembukuan).
ALAT PEMBAYARAN TUNAI (UANG)
1. SEJARAH UANG
Awal Munculnya Uang
Pada mulanya, setiap manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Seiring dengan perkembangan pada masa itu, mereka saling menyadari bahwa apa yang mereka hasilkan tidak cukup dan memerlukan apa yang dihasilkan oleh orang lain. Dari sinilah muncul kegiatan saling tukar satu sama lain antar dua orang yang saling membutuhkan.
Kegiatan ini adalah apa yang sekarang kita sebut dengan barter atau in nature. Sistem ini bertahan selama beberapa waktu, hingga muncul ketidakpuasan karena sulit untuk menentukan bahwa apakah barang yang akan ditukar bernilai sama. Selain itu, sulit juga untuk menemukan orang yang memiliki barang yang dibutuhkan dan bersedia menukarkannya.
Sejarah Uang Di Dunia
Uang pertama kali muncul pada abad ke-6 sebelum masehi oleh Bangsa Lydia, dengan menempa campuran emas dan perak (disebut elektrum) berbentuk seperti kacang polong. Adapun komposisi antara emas dan perak adalah 75:25 dan disebut sebagai ‘stater’ atau ‘standar’.
Sekitar tahun 560 – 546 sebelum masehi, Croesus menciptakan uang logam untuk digunakan oleh Bangsa Yunani. Dalam sejarah uang, bangsa ini dikenal sebagai pembuat uang logam pertama karena uang didesain dengan berbagai gambar menarik. Nilai uang pada masa itu ditentukan oleh bahan pembuatnya.
Uang kertas yang kita kenal sekarang diciptakan oleh orang Tiongkok pada abad pertama masehi oleh Dinasti Tang yang saat itu berkuasa. Penciptaan uang kertas ini didasari pada kesulitan yang dihadapi karena pasokan logam mulia (emas dan perak) sebagai bahan baku uang berjumlah terbatas serta sulitnya untuk bertransaksi dalam jumlah besar.
Tercatat bahwa sebenarnya usaha untuk membuat uang kertas telah beberapa kali dilakukan sebelum itu. Namun gagal karena tidak berhasil menemukan bahan pembuat kertas yang bisa bertahan lama. Baru pada masa Dinasti Tang tersebut uang kertas berhasil diciptakan oleh Ts’ai Lun dengan menggunakan kulit kayu murbei.
Sejarah Uang Di Indonesia
Sejarah uang di Indonesia sudah dimulai sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Setiap kerajaan memiliki mata uang tersendiri dan akan berbeda dengan mata uang dari kerajaan lain. Pada masa itu, uang terbuat menggunakan emas dan perak, dan nilainya ditentukan oleh beratnya. Satu kerajaan memiliki bentuk uang yang unik karena terbuat dari bahan kain tenun yang disebut kampua. Uang kampua ini dinilai berdasarkan coraknya.
Memasuki masa penjajahan Belanda, uang diterbitkan oleh VOC berbentuk koin dan kertas. Mata uang kertas dibuat dengan menggunakan jaminan perak seratus persen. Begitu pula pada masa penjajahan Jepang yang menerbitkan jenis uang koin dan kertas versi pemerintahan Jepang di Indonesia. Uang koin pada masa ini dibuat dengan menggunakan alumunium dan timah.
Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia membuat uang sendiri yang disebut sebagai uang ORI. Sejak saat itu, desain uang di Indonesia terus mengalami pergantian desain dan nilai sesuai dengan masa kepemimpinan pemerintahan. Kini, kita mengenal pecahan uang tertinggi senilai Rp 100.000,00.
Sebelum dikeluarkannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 1968, kegiatan pencetakan uang dilakukan oleh pemerintah. Namun setelah terbitnya undang-undang tersebut, hak pemerintah dalam pencetakan uang dicabut (pasal 26 ayat 1). Maka dibentuklah bank sentral sebagai satu-satunya lembaga yang berhak mencetak dan menerbitkan serta mengedarkan uang (hak oktroi) di Indonesia yaitu Bank Indonesia.
2.PENGERTIAN UANG
Dalam ekonomi yang masih tradisional pengertian uang adalah alat tukar dalam transaksi. Dalam ilmu ekonomi modern,saat ini uang bukan hanya sebagai pembayaran jual beli barang dan jasa, melainkan juga untuk membayar utang.
3.FUNGSI,JENIS DAN SYARAT UANG
FUNGSI UANG
1. Fungsi Asli Uang
Terdapat tiga fungsi asli uang, yakni sebagai alat tukar, sebagai alat satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai. Uang sebagai alat tukar (medium of change) artinya uang digunakan sebagai alat pertukaran terhadap barang kebutuhan. Ini adalah fungsi utama uang menurut sejarah uang.
Uang sebagai alat satuan hitung (a unit of account) maksudnya adalah uang digunakan sebagai alat untuk mengukur nilai dari suatu barang. Dengan begitu, barang tersebut dapat dinilai dan dibandingkan sesuai dengan kegunaannya. Fungsi asli uang yang ketiga adalah sebagai penyimpan nilai (store of values), yaitu uang dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa kehilangan nilainya.
2. Fungsi Turunan Uang
Sedangkan fungsi turunan uang muncul karena perkembangan kondisi sosial masyarakat. Adapun nilai turunan dari uang adalah sebagai berikut:
Alat pembayaran yang sah, ini diberlakukan karena untuk memudahkan kehidupan masyarakat dalam berkegiatan transaksi. Keabsahan uang sebagai alat pembayaran ini juga ditetapkan atas aturan dari pemerintah setempat.
Alat penimbun kekayaan, artinya bahwa uang dapat digunakan untuk mengukur jumlah harta kekayaan seseorang. Selain menyimpan dan mengumpulkan benda, orang cenderung untuk mengumpulkan uang dan menambah jumlah yang dimilikinya.
Alat pemindah kekayaan, maksudnya adalah nilai suatu benda dapat dicairkan dalam bentuk uang tanpa mengurangi nilai dari benda tersebut (dijual untuk menghasilkan uang).
Standar pencicilan, yaitu uang digunakan sebagai standar dalam proses pencicilan/angsuran.
Pendorong kegiatan ekonomi, yakni uang dipakai untuk modal investasi yang dapat menstimulasi perekonomian suatu negara.
2. JENIS UANG
a. Berdasarkan bahan pembuatnya
Uang logam terbuat dari logam, emas, atau perak dan nominalnya kecil seperti Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000.
Uang kertas dibuat agar tidak mudah robek, luntur, dan tahan terhadap air. Nominalnya besar contohnya Rp10.000, Rp20.000, atau Rp100.000.
b. Berdasarkan nilai
Full bodied money (bernilai penuh) merupakan uang yang nilai intrisiknya sama dengan nilai nominal, misalnya nilai emas pada uang logam Rp500 bernilai sama dengan nominalnya.
Representative full bodied money (tidak bersifat penuh) yaitu nilai instrisik lebih kecil dari nilai nominal. Biasanya terdapat pada jenis uang kertas.
c. Berdasarkan lembaga yang menerbitkan
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia serta digunakan oleh seluruh masyarakat dalam bentuk logam dan kertas.
Uang giral diterbitkan oleh bank umum dalam bentuk cek atau bilyet giro.
d. Berdasarkan kawasan
Uang lokal hanya berlaku di satu negara tertentu, misalnya mata uang peso hanya dapat digunakan di negara Filipina.
Uang regional berlaku di suatu kawasan yang lebih luas daripada uang lokal, misalnya mata uang euro dapat digunakan untuk beberapa negara yang ada di benua Eropa seperti Jerman, Spanyol, Austria, Spanyol, dan lain-lain.
Uang internasional berlaku di seluruh dunia sebagai standar pembayaran, contohnya US dollar.
3. SYARAT UANG
Ada jaminan artinya harus dijamin pemerintah sehingga penggunaannya untuk berbagai keperluan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Diterima secara umum (acceptability) yakni kegunaannya harus diterima sebagai alat tukar, penimbun kekayaan, atau pembayar utang.
Nilainya stabil (stability of value) artinya tidak naik-turun (fluktuatif) supaya orang-orang mau menggunakaannya sebagai alat tukar.
Mudah disimpan (storable) berarti bentuk fisiknya tidak boleh terlalu besar.
Mudah dibawa (portability) berarti harus mudah dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain.
Tidak mudah rusak (durability) agar dapat bertahan untuk jangka waktu yang relatif lama.
Mudah dibagi (divisibility) maksudnya apabila nominal uang hanya terdiri dari satu jenis pecahan, maka tidak memungkinkan kita untuk bertransaksi. Bayangkan kalau kamu ingin membeli baju seharga Rp80.000, namun pecahan nominal yang ada hanya Rp100.000.
4.STANDAR MATA UANG
A.Standar logam (Metalic standard) : Standar logam adalah penetapan logam tertentu untuk dijadikan mata uang dalam perekonomian, misalnya standar emas dan standar perak.
Standar logam meliputi :
1.Standar tunggal (monometalisme) = suatu sistem dimana emas digunakan sebagai standa rkeuangan suatu negara.
2.Standar kembar (bimetalisme) = suatu sistem dimana uang emas dan perak dipakai sebagai keuangan negara.
3.Standar pincang = sistem keuangan dimana mata uang yang berlaku adalah emas dan perak tetapi kedua logam tersebut tidak memilki perbandingan tertentu.
B.) Standar kertas (The paper standard) :Standar kertas adalah sistem keungan dimana uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
C.) Standar barang gabungan (Composite commodity standard) : Standar ini mengaitkan nilai dolar atau beberapa unit moneter internasional menjadi barang gabungan.
5.UNSUR PENGAMAN UANG RUPIAH
Benang pengaman, tanda air, tulisan mikro, teknik cetak khusus, tinta berubah warna, kode tuna netra, gambar tersembunyi, gambar raster dan gambar silang isi (rectoverso).
6.PENGELOLAAN UANG RUPIAH OLEH BANK SENTRAL REPUBLIK INDONESIA
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan dilakukan agar uang yang dikeluarkan memiliki kualitas baik sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Perencanaan yang dilakukan BI meliputi perencanaan pengeluaran emisi baru dengan mempertimbangkan tingkat pemalsuan, nilai intrinsik uang, serta masa edar uang. Selain itu, dilakukan pula perencanaan terhadap jumlah serta komposisi pecahan uang yang akan dicetak selama satu tahun mendatang.
b. Tahap Pencetakan
Pada tahap pencetakan rupiah, BI menunjuk Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) untuk melakukan pencetakan uang rupiah. Hasil cetakan oleh Perum Peruri akan diperiksa dengan seksama, hasil cetak sempurna akan diberikan kepada Bank Indonesia.
c. Tahap Pengeluaran dan Pengedaran
Pada tahap pengeluaran dan pengedaran uang Rupiah ini dilakukan oleh Bank Indonesia. Pengedaran uang dilakukan dengan Bank Indonesia dengan mengirimkan uang dari Kantor Pusat Bank Indonesia ke setiap kantor Bank Indonesia yang ada di seluruh wilayah-wilayah Indonesia. Dari kantor Bank Indonesia inilah seluruh bank akan melakukan pengambilan, penyetoran, dan penukaran uang rupiah.
d. Tahap Pencabutan dan Penarikan
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mencabut atau menetapkan uang rupiah yang tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah. Tujuan dari pencabutan uang dari peredaran adalah untuk mencegah dan meminimalisasi peredaran uang palsu atau mengganti uang rupiah yang telah memiliki masa edar lebih dari tujuh tahun. Tenang, Squad. Uang rupiah yang dicabut tersebut dapat ditarik lagi lho dengan cara menukarkan ke Bank Indonesia atau pihak lain yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia. Jadi tidak rugi.
e. Tahap Pemusnahan
Uang juga bisa dimusnakan tapi tidak semuanya hanya uang dengan kondisi tidak layak edar saja yang dimusnahkan seperti uang lusuh, uang cetakan tidak sempurna, uang robek, terpotong dan uang yang telah dicabut peredarannya. Pemusnahan uang kertas dilakukan dengan cara dibakar, sedangkan uang logam dilakukan dengan cara dilebur.
7.PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
Pengelolaan keuangan negara akan berjalan efektif dan efisien apabila terdapat perencanaan yang baik. Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia selaku kepala pemerintahan akan menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) setiap tahun. RAPBN tersebut kemudian diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dibahas bersama dengan memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk mata anggaranyang berkaitan dengan daerah. RAPBN yang telah disetujui oleh DPR kemudian menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)yang dijadikan patokan oleh pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dalam jangka waktu satu tahun.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Presiden dalam menjalankan kekuasaan mengelola keuangan negara tidak bertindak sendirian. Akan tetapi, Presiden harus melibatkan lembaga lain yaitu DPR, DPD, Kementerian Negara dan Pemerintah Daerah.
ALAT PEMBAYARAN NONTUNAI
1.PENGERTIAN ALAT PEMBAYARAN NONTUNAI
Alat pembayaran nontunai adalah alat pembayaran yang digunakan untuk membeli barang atau jasa berupa uang yang tidak dibayarkan secara tunai. Alat pembayaran non tunai ini berupa kartu kredit, transfer, atau uang yang dikirimkan melalui tempat atau usaha pengiriman uang.
2.JENIS-JENIS ALAT PEMBAYARAN NONTUNAI
Uang elektronik (e-money)
Kartu prabayar (prepaid)
Kartu ATM/Debit
Kartu kredit
Nota Kredit
Nota Debet
Bilyet Giro
Cek
Jumat, 10 April 2020
CATATAN MANAJEMEN
PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang dimiliki .Secara etimologi kata manajemen diambil dari bahasa Perancis kuno, yaitu menagement, yang artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan. Manajemen dapat juga didefinisikan sebagai upaya perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien dan efektif.
Pengertian manajemen menurut para ahli
Mary Parker Follet
Menurut Mary Parker Follet, pengertian manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
George R. Terry
Menurut George Robert Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan; perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan. Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Henry Fayol
Menurut Henry Fayol, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengawasan/ kontrol terhadap sumber daya yang ada agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Ricky W. Griffin
Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Efektif berarti tujuan dapat tercapai sesuai rencana, sedangkan efisien artinya tugas dijalankan dengan benar, teroganisir, dan selesai sesuai jadwal.
Lawrence A. Appley
Menurut Lawrence A. Appley, arti manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.
UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
Dalam membentuk sistem manajerial yang baik dibutuhkan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Semua unsur tersebut saling melengkapi satu sama lain, dan jika salah satu unsur tersebut tidak ada maka berimbas pada hasil keseluruhan pencapaian suatu organisasi.
Berikut ini adalah unsur-unsur manajemen tersebut:
Manusia (Human)
Faktor yang paling menentukan dalam manajemen adalah manusia. Dalam praktiknya, manusia lah yang membuat tujuan dan melakukan proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses kerja tidak akan terjadi bila terdapat unsur manusia di dalamnya.
Uang (Money)
Uang merupakan unsur manajemen yang sangat berpengaruh karena hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah yang beredar di suatu perusahaan. Unsur uang dapat menjadi alat dalam proses pencapaian tujuan dengan penggunaannya yang diperhitungkan secara rasional.
Penggunaan uang dalam suatu perusahaan adalah untuk biaya operasional, seperti gaji pegawai, pembelian dan perawatan peralatan kantor, dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Materials (Bahan)
Bahan ini terdiri dari raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material merupakan faktor penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya bisa dicapai bila terdapat material yang baik.
Mesin (Machines)
Mesin sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan meningkatkan hasil dan keuntungan serta membuat proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.
Metode (Methods)
Proses pelaksanaan kerja hanya dapat berjalan dengan efektif dan efisien bila dilakukan dengan metode yang tepat. Suatu metode kerja harus mempertimbangkan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis.
Selain itu, metode yang tepat dan baik juga harus dipahami oleh manusia yang menjalankannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya bisa berjalan dengan baik bila manusia terlibat di dalamnya.
Pasar (Market)
Proses pemasaran produk merupakan unsur manajemen yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Jika tidak ada pemasaran maka barang tidak akan laku.
Suatu bisnis bisa menguasai pasar bila menawarkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan minat dan daya beli konsumen. Itulah sebabnya proses pemasaran sangat erat hubungannya dengan kualitas barang yang dipasarkan.
TINGKATAN MANAJEMEN
Pembagian tanggung jawab melalui piramida tingkatan manajemen yang terbagi dalam :
Manajemen Puncak (Top Management)
Manajemen puncak harus memiliki keterampilan konsep dengan tugas untuk memimpin organisasi atau perusahaan secara keseluruhan agar dapat membentuk tim kerja yang baik. Manajemen puncak terdiri atas Dewan Direktur atau Eksekutif, Presiden Direktur, Direktur, Kepala Perwakilan, dan Kepala Divisi.
Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah menjadi penghubung antara manajemen puncak dengan manajemen lini pertama. Manajemen menengah atau dalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau bisa juga karyawan operasional. Sebagai contoh, Manajer Cabang, Kepala Pengawas, Kepala Departemen, Kepala Bagian, dan lain-lain.
Manajemen Lini Pertama (First-Line Management)
Manajemen lini pertama harus memiliki keterampilan teknis yang bertanggung jawab memimpin dan mengawasi tenaga operasional. Manajemen lini pertama berhubungan langsung dengan tenaga operasional atau karyawan. Contohnya adalah mandor dalam pabrik, kepala seksi yang langsung membawahi tenaga pengetik dan tenaga administrasi dalam kantor yang besar, atau pengawas teknis dalam suatu perusahaan otomotif.
PRINSIP DAN FUNGSI MANAJEMEN
Prinsip manajemen
Prinsip – prinsip manajemen ini berfungsi sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan dan tindakan manajemen. Prinsip – prinsip ini telah disusun dengan menggunakan observasi dan analisis peristiwa yang dihadapi para manajer dalam praktiknya. Henri Fayol mampu mensintesis 14 prinsip manajemen setelah bertahun-tahun melakukan riset.
macam macam prinsip manajemen :
Pembagian Kerja (Division of work)
Pernah mendengar prinsip “the right man in the right place?”. Dalam praktiknya, karyawan memiliki spesialisasi dalam bidang yang berbeda dan mereka memiliki keterampilan yang berbeda pula satu sama lain. Tingkat keahlian yang berbeda dapat dibedakan dalam bidang pengetahuan mulai dari generalis hingga spesialis, pengembangan pribadi dan profesi harus saling mendukung. Menurut Henri Fayol, meningkatkan efisiensi tenaga kerja dapat meningkatkan produktivitas. Selain itu, spesialisasi tenaga kerja meningkatkan akurasi dan kecepatan mereka. Prinsip manajemen ini berlaku untuk kegiatan teknis dan manajeria di setap organisasi,
Otoritas dan Tanggung jawab (Authority and responsibility)
Untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi, manajemen memiliki wewenang untuk memberi perintah kepada karyawan. Tentu saja ini dengan otoritas ini ada tanggung jawab. Menurut Henri Fayol, kuasa atau kewenangan yang menyertainya memberi manajer hak untuk memberi perintah kepada bawahan. Tanggung jawab dapat ditinjau kembali dari kinerja dan oleh karena itu perlu membuat perjanjian atas otoritas yang diberikan. Dengan kata lain, otoritas dan tanggung jawab berjalan bersama dan mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama.
Disiplin
Prinsip ketiga dari 14 prinsip manajemen adalah tentang kedisiplinan. Hal ini sering menjadi bagian dari nilai inti (core) misi dan visi bentuk perilaku yang baik dan interaksi yang saling menghormati. Prinsip manajemen ini sangat penting dan dilihat sebagai hal yang membuat organisasi berjalan lancar.
Kesatuan Komando (Unity of command)
Prinsip manajemen ‘Unity of command’ atau kesatuan komando adalah bahwa setiap karyawan harus menerima perintah dari satu manajer sehingga karyawan memiliki tanggung jawab kepada manajer tersebut. Jika tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada karyawan diberikan oleh lebih dari satu manajer, ini dapat menyebabkan kebingungan yang dapat menyebabkan konflik bagi karyawan. Dengan menggunakan prinsip ini, tanggung jawab agar terhindar dari kesalahan akan bisa di minimalisir.
Kesatuan Arah (Unity of direction)
Prinsip manajemen ini adalah tentang fokus dan kesatuan. Semua karyawan memberikan kegiatan yang sama yang dapat dikaitkan dengan tujuan yang sama, hal ini seperti Anda mencari North Star Metric untuk bisnis Anda. Semua kegiatan harus dilakukan oleh satu kelompok yang membentuk tim. Kegiatan-kegiatan ini harus dijelaskan dalam rencana aksi. Manajer pada akhirnya bertanggung jawab atas rencana ini dan dia memantau perkembangan kegiatan yang ditentukan dan direncanakan. Area fokus adalah upaya yang dilakukan oleh karyawan dan koordinasi.
Subordinasi Kepentingan Individu
Selalu ada semua jenis kepentingan dalam suatu organisasi. Agar organisasi berfungsi dengan baik, Henri Fayol mengindikasikan bahwa kepentingan pribadi lebih rendah daripada kepentingan organisasi (etika). Fokus utamanya adalah pada tujuan organisasi dan bukan pada individu. Ini berlaku untuk semua tingkat dari seluruh organisasi, termasuk para manajer.
Penggajian (Remuneration)
Motivasi dan produktivitas adalah dua hal yang berkaitan dalam kelancaran organisasi. Prinsip manajemen ini menjelaskan bahwa penggajian harus cukup untuk membuat karyawan termotivasi dan produktif. Ada dua jenis penggajian yaitu non-moneter (pujian, tanggung jawab lebih, kredit) dan moneter (kompensasi, bonus atau kompensasi finansial lainnya). Pada akhirnya, ini adalah tentang menghargai upaya karyawan yang telah dilakukan.
Pemusatan (The Degree of Centralization)
Manajemen dan otoritas untuk memproses pengambilan keputusan harus seimbang dalam sebuah organisasi. Ini tergantung pada volume dan ukuran organisasi tersebut. Sentralisasi berarti meletakan konsentrasi otoritas dalam pengambilan keputusan di manajemen puncak (dewan eksekutif). Berbagi kewenangan untuk proses pengambilan keputusan dengan tingkat yang lebih rendah (manajemen menengah dan bawah), disebut sebagai desentralisasi. Henri Fayol mengindikasikan bahwa organisasi harus berusaha untuk melakukan keseimbangan yang baik dalam hal ini.
Hirarki (Scalar Chain)
Hirarki atau tingkatan hadir dalam organisasi tertentu. Hal Ini bervariasi, mulai dari manajemen senior (dewan eksekutif) ke level terendah dalam organisasi. Prinsip manajemen hierarki menyatakan bahwa harus ada garis yang jelas di bidang otoritas (dari atas ke bawah dan semua manajer di semua tingkatan dan divisi). Hal Ini bisa dilihat sebagai tipe struktur manajemen. dengan adanya hierarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah
Ketertiban (Order)
Menurut prinsip ini, karyawan dalam suatu organisasi harus memiliki sumber daya yang tepat sehingga mereka dapat berfungsi dengan baik dalam suatu organisasi. Selain tatanan sosial (tanggung jawab manajer) lingkungan kerja harus aman, bersih dan rapi.
Keadilan dan Kejujuran (Equity)
Prinsip manajemen keadilan dan kejujuran sering terjadi pada nilai-nilai inti dari suatu organisasi. Menurut Henri Fayol, karyawan harus diperlakukan dengan adil dan setara. Karyawan harus berada di tempat yang tepat di organisasi untuk melakukan hal yang benar. Manajer harus mengawasi dan memantau proses ini dan mereka harus memperlakukan karyawan secara adil dan tidak memihak.
Stabilitas kondisi karyawan ( Stability of Tenure of Personnel )
Prinsip manajemen ini merupakan penempatan dan pengelolaan personil dan hal ini harus seimbang dengan layanan yang disediakan dari organisasi. Manajemen berusaha untuk meminimalkan perputaran karyawan dan memiliki staf yang tepat di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Hal seperti perubahan posisi pada karyawan harus dikelola dengan baik.
Inisiatif (Initiative)
Henri Fayol berpendapat bahwa dengan prinsip manajemen ini, karyawan harus diizinkan untuk mengungkapkan ide-ide baru. Ini mendorong minat dan keterlibatan dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Inisiatif karyawan adalah sumber kekuatan untuk organisas, hal ini juga mendorong karyawan untuk terlibat dalam kemajuan organisasi.
Semangat kesatuan (Esprit de Corps)
Prinsip manajemen ‘esprit de corps’ adalah perjuangan untuk keterlibatan dan kesatuan karyawan. Manajer bertanggung jawab atas pengembangan moral di tempat kerja, baik secara individual dan dalam komunikasi. Esprit de corps berkontribusi pada pengembangan budaya dan menciptakan suasana saling percaya dan pengertian.
Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen adalah sebagai elemen dasar yang harus melekat dalam manajemen sebagai acuan manajer (seseorang yang mengelola manajemen) dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan dengan cara merencanakan, mengorganisir, mengordinasi dan mengendalikan.
Mengacu pada pengertian Manajemen di atas, terdapat 5 fungsi utama manajemen dalam bisnis, yaitu:
Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah yang paling penting dalam sebuah manajemen bisnis. Seorang manajer yang mengelola manajemen dalam perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi setiap tindakan yang sudah dan yang belum ditindaklanjuti dalam bisnis. Perencanaan penting untuk menentukan secara keseluruhan tujuan perusahaan dan upaya untuk memenuhi tujuan tersebut. Manajer selalu bertindak sebagai seseorang yang mencari alternatif dalam mencapai tujuan akhir, mencakup rencana jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Tanpa perencanaan yang tepat dalam bisnis yang sedang berkembang bisa membuat bisnis tidak berjalan sesuai dengan jalurnya. Penyimpangan ini bisa berakibat pada ketidakteraturan hingga kebangkrutan.
Pengorganisasian (Organizing)
Fungsi manajemen dalam bisnis yang kedua adalah sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan. Tujuannya adalah untuk mempermudah manajer melakukan pengawasan yang lebih efektif dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan yang sudah dibagi menjadi lebih efisien. Pengorganisasian secara lebih gampang dapat dilaksanakan dengan menentukan apa tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan bagaimana harus dikerjakan. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis melalui proses yang lebih terstruktur atau terorganisasi.
Penempatan (Staffing)
Mirip dengan organizing, namun penggunaannya lebih luas. Bila organizing lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum. Beberapa sumber daya tersebut diantaranya; peralatan, perlengkapan, dan inventaris yang ada pada sebuah organisasi.
Pengarahan (Directing)
Fungsi manajamen dalam bisnis yang terakhir adalah sebagai suatu tindakan yang mengupayakan agar setiap anggota bisnis atau kelompok mampu mencapai sasaran dan target sesuai prosedur manajerial yang sudah direncanakan. Seorang manajer akan melakukan pengarahan jikalau terjadi masalah atau jika apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Karena tidak semua hal yang direncanakan dalam bisnis bisa diwujudkan secara nyata dalam tindakan, mengingat banyak kejadian yang tidak bisa terduga sebelumnya. Sehingga disinilah fungsi manajemen sebagai pengarahan agar apa yang dikerjakan sumber daya masih berada pada jalur yang semestinya.
Pengawasan (Controlling)
Dari serangkaian rencana dan tindakan yang sudah dijalankan, perlu adanya pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis dalam hal ini adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja sumber daya perusahaan.
Manajer secara aktif akan melakukan pengawasan terhadap sumber daya yang sudah diorganisasi sebelumnya dan memastikan apa yang dikerjakan sesuai dengan yang direncanakan. Adanya kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan tugas dapat dikoreksi untuk menjadi pembelajaran pada perencanaan tahap berikutnya.
Klasifikasi dari masing-masing sumber daya juga penting untuk menjadi bahan klasifikasi supaya tidak menimbulkan dominansi dari manajer saja. Bisnis yang baik adalah bisnis yang anggotanya mampu bekerjasama sacara tim dan berjalan secara simultan. Beberapa hal yang harus terpenuhi untuk melakukan pengawasan yaitu:
Jalur (routing): manajer harus menetapkan jalur untuk memperkecil resiko kesalahan yang terjadi
Penetapan waktu (scheduling): manajer harus memiliki waktu rutin untuk melakukan pengawasan, misalnya saja satu bulan satu kali atau dua kali
Perintah pelaksanaan (dispatching): manajer memiliki sikap untuk mendorong dan memerintah agar setiap sumber daya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
Tindak lanjut (follow up): manajer melakukan evaluasi dan memberikan solusi dari segala yang permasalahan yang terjadi selama proses mencapai tujuan untuk meminimalisisr terjadinya kesalahan yang sama.
BIDANG MANAJEMEN DAN PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN
Bidang - Bidang Manajemen
Manajemen Produksi
Produksi dapat diartikan sebagai upaya manusia untuk mengubah dan mengolah sumber daya ekonomi menjadi bentuk dan kegunaan baru. Dengan kata lain, kegiatan produksi adalah kegiatan untuk membuat dan menambah penggunaan barang atau jasa menggunakan faktor produksi. Manajemen produksi adalah aktivitas mengatur faktor-faktor produksi untuk menciptakan atau menambah penggunaan barang atau jasa.
Pengaturan faktor produksi tidak dapat dipisahkan dari fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen ini meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Keempat fungsi manajemen dalam produksi sangat menentukan keberhasilan produksi. Tujuan manajemen produksi adalah mengatur produksi barang atau jasa dalam jumlah kualitas, harga, waktu, dan tempat-tempat tertentu sesuai kebutuhan konsumen.
Tujuan lain dari manajemen produksi adalah bahwa konsumen dan produsen atau perusahaan merasa puas dan menghasilkan keuntungan. Konsumen puas dengan barang dan jasa yang mereka beli. Produsen juga puas mendapatkan keuntungan dari produksi yang diproduksi dan dijual.
Manajemen Pemasaran
Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran. Selain itu, pemasaran juga diartikan sebagai aktivitas manusia yang dilakukan untuk mengantarkan barang dari produsen ke konsumen.
Berdasarkan pemahaman ini, manajemen pemasaran adalah kegiatan memaksimalkan fungsi pemasaran sehingga pertukaran atau pengiriman barang atau jasa dari produsen ke konsumen dapat berjalan dengan lancar dan memuaskan.
Menurut J. Paul Peter & Donnelly, manajemen pemasaran terdiri dari analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan program yang dibuat untuk membawa perubahan pada target pemasaran untuk mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan pemasaran, perusahaan harus menganalisis peluang pasar. Ini berarti bahwa dalam manajemen pemasaran perlu untuk menganalisis lingkungan pemasaran, analisis pesaing, dan perilaku pasar.
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan perusahaan adalah kegiatan untuk mendapatkan dan menggunakan dana dengan tujuan meningkatkan atau memaksimalkan nilai perusahaan. Tujuan manajemen keuangan dalam perusahaan adalah manajemen ada fungsi keuangan. Pemahaman ini menunjukkan bahwa kegiatan yang menyangkut masalah keuangan (dana) dalam suatu organisasi atau perusahaan perlu dikelola dengan baik. Manajemen keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh organisasi yang berorientasi laba atau keuntungan individu, tetapi juga oleh pemerintah.
Berdasarkan pengertian di atas, ada dua kegiatan utama yaitu fungsi manajemen keuangan, yaitu, a) fungsi memperoleh dana, yaitu cara mendapatkan dana paling menguntungkan; b) fungsi penggunaan dana adalah bagaimana menggunakan dana yang ada secara efektif dan efisien.
Manajemen Personalia (Kepegawaian)
Menurut Bambang Wahyudi, manajemen personalia adalah ilmu dan seni atau proses mendapatkan, memajukan atau mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien dan mengarah pada kepuasan pribadi.
Sumber daya manusia, dalam hal ini pegawai atau karyawan merupakan faktor penting yang akan ditentukan untuk menentukan pencapaian tujuan suatu organisasi sehingga perlu perhatian serius. Personalia atau departemen kepegawaian memainkan peran penting. Tugasnya adalah mengatur, membina, memobilisasi, mengarahkan, dan mengembangkan karyawan untuk dapat menyelesaikan tugas mereka secara efektif dan efisien guna mendukung pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi.
Manajemen Administrasi
Menurut George R. Terry, manajemen administrasi merencanakan, mengendalikan, dan mempersonalisasikan pekerjaan kantor dan memindahkan mereka yang menerapkannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen administratif adalah penerapan fungsi manajemen di bidang perkantoran, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kantor sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan karyawan merasa puas. Jadi fungsi manajemen kantor termasuk pengelolaan fungsi-fungsi ini.
Penerapan Fungsi Manajemen
Penerapan Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja sama yang sistematis dan koprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sementara manajemen berbasis sekolah sebagaimana yang diungkapkan oleh E. Mulyasa adalah pemberian otonomi luas pada tingkat sekolah agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tangap terhadap kebutuhan setempat.
Penerapan manajemen dalam pendidikan sangat penting, karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, bahkan merupakan salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri, sehingga dapat dikatakan manajemen pendidikan merupakan sub sistem dari manajemen pembangunan nasional.
Berdasarkan atas apa yang tercakup dalam pengertian manajemen berbasis sekolah, nampak bahwa manajemen berbasis sekolah itu meliputi berbagai aspek yang sangat luas sekali, dalam hal ini seluruh komponen-komponen sekolah itu sendiri, yaitu:
Manajemen Kurikulum dan Program Pengajaran
Manajemen Tenaga Kependidikan
Manajemen Kesiswaan
Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Manajemen Layanan Khusus
Manajemen Waktu
Manajemen dalam Kegiatan Sekolah
Manajemen dalam kegiatan sekolah sangatlah penting, sesuai dengan pendapat James A.F. Stoner bahwa manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang. Tanpa adanya manajemen, kegiatan di sekolah takkan berjalan lancar. Perhatikan mulai dari manajemen puncak yang diduduki Kepala Sekolah, kemudian manajemen menengah yang diisi oleh jajaran Wakil Kepala Sekolah, serta manajemen bawah yang diisi oleh Guru dan Staf. Semuanya merupakan suatu kesatuan yang menjalankan fungsi manajemen sesuai tugas masing-masing. Tujuan dari kegiatan manajemen dimaksud adalah meningkatkan mutu pendidikan di sekolah pada khususnya dan mutu pendidikan bangsa pada umumnya.
Ada beberapa fungsi manajemen dalam kegiatan sekolah, yaitu:
Perencanaan
Dalam perencanaan, terdapat penerimaan siswa baru, pengakuan hasil belajar awal, dan persiapan pembelajaran.
Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, tahapan pembelajaran, dan pola pelaksanaan pembelajaran.
Evaluasi Hasil Belajar
Untuk menentukan sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, perlu dilakukan evaluasi dengan menggunakan berbagai instrumen dan teknik hingga diperoleh sebuah sistem pelaporan.
Evaluasi Program
Evaluasi program merupakan proses pengukuran dan penilaian semua program yang berkenaan dengan konteks lingkungan eksternal, input (masukan), proses, output (keluaran), dan hasil yang diperoleh. Pelaksanaan konsep manajemen sekolah yang baik dan benar diyakini akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Proses Belajar dan Mengajar (PMB) sekaligus prestasi seluruh warga sekolah.
Kamis, 09 April 2020
TUGAS MANAJEMEN
TUGAS EKONOMI MANAJEMEN
Nama : SALAHUDDIN AL AJUBI
Kelas : X MIPA 2
Guru Pembimbing : Yosi Shandra
Macam - Macam Sistem Upah
Tugas 1 Ketenagakerjaan Nama : Salahuddin Al Ajubi Kelas : XI MIPA 6 Macam - Macam Sistem Upah beserta Kelebihan dan Kekurangannya Upah ada...
-
Tugas 1 Ketenagakerjaan Nama : Salahuddin Al Ajubi Kelas : XI MIPA 6 Macam - Macam Sistem Upah beserta Kelebihan dan Kekurangannya Upah ada...
-
KONSEP DASAR ILMU EKONOMI A. Pengertian Ilmu Ekonomi 1.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pengertian ilmu ekonomi menurut K...
-
Assalamualaikum teman- teman Saya akan membagikan beberapa karya saya, semoga bermanfaat TUGAS EKONOMI MANAJEMEN Nama : SALAHUDDIN AL...
























